PENGARUH TATA
RUANG KANTOR TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA KARYAWAN
Oleh:
Satia Anggraeni
PROGRAM STUDI D3
ADMINISTRASI BISNIS
Abstrak
Kantor merupakan
suatu tempat dimana sebuah organisasi bekerja dan beraktivitas untuk mencapai
tujuan. Dalam menjalankan sebuah perusahaan atau organisasi ada beberapa faktor
penting yang menunjang keberhasilan organisasi tersebut. Yang paling penting
yaitu kualitas dari sumber daya manusianya. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh tata ruang terhadap produktivitas dan efektifitas kinerja karyawan. Metode yang
digunakan yaitu metode tinjauan pustaka. Untuk mendapatkan informasi, maka
dilakukannya tinjauan-tinjauan dan analisis dari beberapa referensi buku maupun
jurnal yang ada. Hasil analisis menunjukan bahwa tata ruang kantor sangat
berpengaruh terhadap produktivitas dan efektivitas kinerja karyawan.Tata ruang
kantor yang baik dan tepat akan memberikan suasana nyaman bagi karyawan.
Karyawan akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan output yang
sesuai dengan tujuan perusahaan tersebut.
Kata Kunci : tata ruang, produktifitas, efektifitas kinerja
karyawan
Abstract
Office
is a place where an organization works and moves to achieve goals. In running a
company or organization there are several important factors that support the
success of the organization. The most important is the quality of its human
resources. This study aims to determine the effect of office layout on productivity and employee perfomance effectiveness. The method used is literature review
method. To get a information, there are
review and analysis of some references to existing books and journals. The results of the
analysis show that the office layout is very influential on the productivity
and effectiveness of employee performance. A good and appropriate office layout
will provide a comfortable atmosphere for employees. Employees will work
earnestly and produce outputs that match the company's goals.
Keywords : layout, productivity, \effectivenes of employee perfomance.
PENDAHULUAN
Kantor
merupakan suatu tempat dimana sebuah organisasi bekerja dan beraktivitas untuk
mencapai tujuan. Ada beberapa faktor penting yang menunjang keberhasilan
organisasi tersebut. Yang paling penting yaitu kualitas dari sumber daya
manusianya.
Sumber daya manusia di sebuah organisasi sering disebut
karyawan atau pegawai. Karyawan ini berperan penting dalam menyelesaikan
pekerjaan di suatu organisasi. Karyawan adalah pelaksana kantor. Dalam
melakukan pekerjaannya di kantor, karyawan dituntut untuk bekerja dengan baik
dan optimal agar tujuan organisasi terlaksana. Dengan demikian setiap karyawan
harus memiliki semangat dan kinerja yang bagus. Jika semangat dan kinerja
karyawan itu bagus maka akan membawa keberhasilan bagi organisasi tersebut.
Sebaliknya jika semangat dan kinerja karyawan buruk akan berdampak pada output
yang dihasilkan.
Setiap organisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja dan
motivasi karyawan.Setiap organisasi juga harus berupaya untuk meningkatkan
faktor-faktor yang bisa membuat produktivitas dan kinerja karyawan meningkat
dan lebih baik dari sebelumnya. Hasil yang dicapai oleh karyawan dari tugas
yang diberikan oleh organisasi atau kantor disebut kinerja karyawan. Tidak
selamanya hasil yang dicapai oleh karywan selalu baik dan sesuai target,
adakalanya dalam mencapai hasil tersebut harus melewati beberapa masalah yang
muncul dan terjadi di kantor tersebut.
Hasil dari pencapaian tersebut, baik yang maksimal maupun
kurang maksimal dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ada faktor fasilitas kantor,
rekan kerja maupun lingkungan kantor. Hal-hal semacam itu dapat digolongkan
atau termasuk ke dalam tata ruang kantor. Sebuah perusahaan harus membuat
karyawan tersebut bekerja dengan nyaman. Salah satu faktornya yaitu penerapan
tata ruang kantor yang tepat dan benar.
Tata ruang atau kita sering menyebutnya Layout, merupakan saalah satu hal yang
harus diperhatikan dalam manajemen perkantoran. Di Indonesia sendiri banyak
dibangun kantor-kantor dengan skala besar, menengah, maupun kecil. Tentunya
kantor-kantor tersebut dibuat dan ditata dengan tata ruang yang sedemikian rupa
dan bervariasi. Hal tersebut akan berpengaruh pada efektivitas kinerja karyawan
dan akhirnya berdampak pula kepada organisasi tersebut.
Karena semakin berkembangnya jaman, tata ruang kantor ini
penerapannya berpengaruh terhadap efektivitas dan kelancaran kinerja karyawan. Apabila
tata ruang kantor tersebut kurang tepat, lingkungan kerja kurang begitu nyaman,
dan prosedur kerja belum sesuai dengan kebutuhan, hal tersebut akan membuat
karyawan yang bekerja menjadi cepat lelas, malas, tidak bersemangat, dan suntuk
untuk beraktivitas. Hal ini akan terus menerus terjadi dan akan menjadi
permasalahan yang berkesinambungan bagi perusahaan tersebut. Perusahaan tersbut
harus segera memperbaiki, merubah bahkan mengganti sistem yang mereka gunakan.
Tata ruang yang tepat merupakan tata ruang yang
diciptakan juga dihasilkan oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya, bukan
tercipta secara tiba-tiba dengan begitu saja. Maka dari itu perlu perencanaan
yang matang dan adanya persiapan untuk
menata tata ruang kantor tersebut. Penataan kantor yang tepat akan memberikan
dampat positif terhadap kinerja karyawan dan tentunya akan berpengaruh juga
kepada perusahaan dimana karyawan tersebut bekerja.
Kantor yang didesain dengan perencanaan matang dan juga
persiapan, akan memberikan kesan menyenangkan bagi orang yang bekerja di
dalamnya. Orang akan semakin bergairah untuk bekerja dan menyelesaikan
perkejaannya dengan hati yang senang tanpa beban.
Beberapa hal yang termasuk kedalam tata ruang kantor,
yang bisa mempengaruhi kinerja karyawan, diantaranya pengaturan cahaya,
pengaturan peralatan dan perabotan kantor, lokasi kantor dan sebagainya.
Dewasa ini harga tanah semakin naik, maka diperlukan
pengaturan tata ruang kantor mengingat pembangunan gedung yang semakin banyak
dan sempit, namun lahan tidak memadai.
Berdasarkan
latar belakang diatas, penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian: “Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Efektivitas Kinerja Karyawan”
PEMBAHASAN
Pengertian
Tata Ruang
Ruang adalah
suatu tempat yang berwujud secara fisik dimana manusia melakukan segala
pekerjaan di dalamnya untuk kehidupan yang layak. Sedangkan penaataan ruang
sendiri adalah suatu kegiatan dimana merencanakan, memanfaatkan dan
mengendalikan ruangan yang akan digunakan.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan
bahwa pengertian tata ruang kantor adalah suatu kegiatan yang mengatur, menata,
dan menyusun letak mesin-mesin kantor, perlengkapan kantor serta peralatan
kantor dengan seefektif dan seefisien mungkin dengan tepat dan baik agar
tercipta suasana kerja yang nyaman dan leluasa sehingga para karyawan dapat
bekerja dengan baik dan sesuai tujuan perusahaan. Lingkungan kerja yang baik
dan tepat dapat memotivasi karyawan dan meningkatkan gairah kerja bagi karyawan
itu sendiri.
Hubungan antara kinerja karyawan dengan tata ruang yang
tepat sangat erat sekali. Karena di ruangan tersebutlah para karyawan
menghabiskan waktunya untuk mengerjakan pekerjaan kantor. Fungsi penataan ruang
ini bukan hanya tentang penempatan perlengkapan dan peralatan kantor saja, tapi
juga harus bisa memudahkan alur kerja para karyawan dari satu ruangan ke
ruangan lain.
Ada 11 faktor yang menjadi tolak ukur apakah tata ruang
tersebut tepat atau idak, yaitu:
1.
Pencahayaan/Penerangan
2.
Kelembaban udara
3.
Suhu Udara/Temperature
4.
Keluar masuknya udara atau sirkulasi
5.
Suara/kebisingan
6.
Dekorasi ruangan
7.
Suara/getaran mesin
8.
Bau-bauan
9.
Musik
10.
Warna ruangan/cat
11.
Faktor keamanan
Tujuan Pengadaan Tata Ruang
Tata ruang yang tepat dapat berdampak pada terlaksannya
pekerjaan kantor dengan lancar, tertib dan tanpa hambatan. Apabila dalam
pelaksanaannya berjalan dengan tertib makan komunikasi dalam kantor pun dapat
berjalan dengan lancar dan baik, sehingga pimpinan dalam melakukan pengawasan
dan menkoordinasikan karyawan mudah dan akhirnnya pekerjaan dapat selesai
secara efektif dan efisien.
Dalam menyusun dan
menata tata ruang tentunya ada tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut.
Tujuan tersebut adalah hal-hal yang harusnya dipenuhi dalam menata tata ruang
kantor yang tepat.
Adapun tujuan
diadakannya tata ruang, yaitu:
- · Dalam pelaksanaannya pekerjaan kantor yang dilakukan karyawan dapat menempuh jarak sependek mungkin. Hal ini agar karyawan dapat bergerak lancar dari satu ruangan ke ruangan lain. Hal ini dapat mencegah penghamburan waktu dan tenaga para karyawan.
- · Aktifitas tata usaha mengalir secara lancar dan tanpa hambatan.
- · Setiap ruangan yang ada dimanfaatkan dan dipergunakan secara efisien sesuai kebutuhan pekerjaan.
- · Kepuasan, kenyamanan dan kesehatan karyawan dapat terjaga selama dia bekerja di ruangan tersebut.
- · Pekerjaan dapat diawasi dengan mudah oleh pimpinan.
- · Apabila tamu datang dan mengunjungi kantor tersebut akan memberikan kesan yang baik terhadap perusahaan tersebut.
- · Apabila karyawan bosan dengan itempat kerja yang dia tempati, dapat dengan mudah diubah-ubah sesuai kebutuhan dan keinginan.
- · Para karyawan di bagian dan ruangan lain dapat bekerja dengan tenang tanpa terganggu aktivitas karyawan lain maupun suara bising.
Azas – Azas Pokok Tata Ruang Kantor
Adapun azas yang dipergunakan dalam
pengadaan tata ruang kantor, yaitu:
1.
Asas
Mengenai Jarak Terpendek
Azas jarak terpendek
yaitu, tata ruang dapat dikatakan tepat dan baik apabila pekerjaan kantor yang
dilakukan oleh karyawan memungkinkan untuk menempuh jarak yang sangat singkat
bahkan sependek-pendeknya dalam menyusun tata letak tempat kerja, perlengkapan
dan peralatan kantor.
2.
Azas
Mengenai Rangkaian Kerja
Azas
mengenai rangkaian kerja adalah azas pelengkap dari azas jarak terpendek.
Berdasarkan azas ini, suatu pelaksanaan
pekerjaan harus tetap bergerak maju dari awal sampai pekerjaan itu berakhir. Sehingga
pekerjaan tersebut sejalan dengan urutan penyelesaiaan yang telah ditentukan. Walaupun
tidak diperbolehkan untuk bergerak mundur dan menyilang, bukan berarti jalan
yang ditempuh harus selalu lurus.
3.
Azas
Mengenai Penggunaan Segenap Ruang
Azas
mengenai penggunaan segenap ruang yaitu, tata ruang dapat dikatakan baik dan
tepat apabila seluruh ruangan yang ada digunakan sepenuhnya dan seefisen
mungkin. Dalam azas ini diminimalisir tidak ada ruangan yang tidak terpakai dan
tidak berfungsi. Azas ini bukan hanya berbicara tentang luas lantai yang
digunakan saja, tetapi juga vertikal ke atas maupun kebawah juga
diperhitungkan.
4.
Azas
Mengenai Perubahan Susunan Tempat Kerja
Azas
mengenai perubahan susunan tempat kerja yaitu, tata ruang dapat dikatakan baik
dan tepat apabila suatu saat ingin dirubah posisinya tidak terlalu sulit dan
mengeluarkan biaya yang sangat besar.
Langkah-Langkah
Dalam Menyusun Tata Ruang Kantor Yang Baik dan Benar
Terlahirnya tata
ruang yang baik dan nyaman tidak serta merta tercipta dengan begitu saja. Perlu
diadakannya rencana dan langkah-langkah yang matang dalam menyusun dan menata
tata ruang kantor.
Dalam
menyusun penataan ruang kantor, tentunya ada konsep yang direncanakan dari
awal. Sebelum konsep tata ruang itu dibuat, tentunya ada tahap-tahap yang harus
dilewati dalam menyusun ruangan tersebut, antara lain yaitu:
1. Terlebih
dahulu ketahuilah hubungan antar satuan Tata Usaha yang dilaksanakan dengan
satuan kerja yang lain.
2. Tidak
semua pekerjaan bersifat terbuka. Adakalanya pekerjaan tersebut tidak boleh
diketahui oleh orang lain, dan hanya orang-orang tertentu saja yang
diperbolehkan mengetahui hal tersebut. Misalnya saja bagian keuangan. Setelah
kita mengetahui sifat pekerjaan, kemudian pelajari seluruh pekerjaan, urutkan
pekerjaan tersebut serta ketahuilah jumlah karyawan yang dibutuhkan dan
terlibat dalam pekerjaan tersebut. Berikut caranya:
- Apabila
pekerjaan tersebut bertugas untuk melayani publik, maka harus ditempatkan di
bagian yang mudah dikunjungi dan didatangi orang dengan tanpa mengganggu
aktivitas pekerjaan lain. Misalnya, resepsionis ditempatkan di depan karena
bertugas melayani tamu.
- Apabila
pekerjaan tersebut memiliki hubungan erat dengan pekerjaan lain, maka
pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan tersebut digolongkan dan dikelompokkan
dalam satu tempat yang sama.
- Satuan
pusat yang bertugas dan melaksanakan kegiatan perkantoran serta tata usaha
harus ditempatkan di tengah-tengah kantor dan strategis. Hal ini agar mudah
dijangkau oleh satuan pekerjaan yang lain.
- Pekerjaan
yang menimbulkan suara bising dan gaduh maka ditempatkan di tempat yang jauh
dari pekerjaan yang membutuhkan suasanan tenang dan konsentrasi yang tinggi.
3.
Buatlah denah ruangan yang akan dibuat
dengan menggunakan skala, hitunglah berapa panjang dan lebar ruangan yang akan
dibuat, serta berilah tanda, jendela, pintu dan lainnya.
4.
Susunlah meja dan kursi karyawan dan
juga perlengkapan dan peralatan kantor lainnya. Penyusunan ini bisa menggunakan
kertas origami warna warni untuk bentuk peralatan dan perlengkapan kantornya.
5.
Susunlah denah konsep tata ruang, dengan
memperhitungkan beberapa kemungkinan perubahan yang terjadi selama itu,
misalnya:
-
Pengurangan ataupun penambahan karyawan
-
Pergantian serta penambahan perabot
kantor
-
Pengembangan serta perubahan struktur
organisasi
-
Perubahan pelaksanaan prosedur kerja
Macam-Macam
Tata Ruang Kantor
Pada
hakikatnya, tata ruang kantor terbagi menjadi tiga jenis yaitu tata ruang
kantor terbuka, tertutup dan landscape.
1. Tata Ruang Terbuka
Tata ruang terbuka adalah tata ruang kantor yang berbentuk
ruangan besar dimana karyawan semuanya bekerja disana tanpa dipisah oleh
penyekat apapun. Apabila memakai tata ruang model ini, perusahaan harus
menyediakan tempat yang luas yang didalamnya akan digunakan oleh banyak
karyawan dan divisi kerja. Dalam ruang kerja tersebut, seorang karyawan akan
bekerja dengan menempati satu meja khusus atau bisa saja satu meja ditempati
oleh dua atau lebih karyawan.
Keuntungan dari tata ruang terbuka ini, antara lain:
-
Pimpinan akan lebih mudah mengawasi dan
memberi arahan kepada bawahannya karena tidak adanya sekat pemisah sehingga
pimpinan bisa langsung berkomunikasi dengan para karyawan.
-
Pengaturan cahaya, temperatur, udara dan
dekorasi dapat diatur lebih mudah.
-
Bersifat flexible. Artinya apabila
terjadi perubahan atau perbaikan ruangan tidak sulit dan bisa menghemat biaya
juga.
-
Komunikasi antar karyawan berjalan
dengan lancar, karena mereka berhubungan langsung satu dengan yang lainnya.
Dibalik keuntungan yang didapat, tentunya ada kerugian
yang harus ditanggung juga, diantaranya:
-
Karyawan akan kesulitan fokus dan
konsentrasi untuk mengerjakan pekerjaannya.
- Kemungkinan gaduh bisa terjadi karena
antar karyawan tidak menutup kemungkinan untuk mengobrol antar satu sama lain.
-
Kedudukan antar pimpinan dan bawahan
tidak terlihat.
- Tidak terjaminnya kerahasiaan pekerjaan
seseorang karena orang lain dapat dengan lebih mudah untuk mengetahuinya.
- Kondisi yang terlihat tidak menimbulkan
kesan yang manis karena banyak tumpukan kertas dan pekerjaan di setiap meja
karyawan.
2. Tata Ruang Tertutup
Tata
ruang tertutup adalah tata ruang kantor yang setiap ruangannya dipisah dan
dibagi dalam beberapa bagian. Biasanya tata ruang jenis ini dibuat
berkamar-kamar atau bisa juga ruangan tersebut untuk perkerjaan yang bersifat
tertutup dan membutuhkan konsentrasi lebih.
Contoh dari penerapan tata ruang
tertutup ini adalah ruangan bagian keuangan, karena bagian keuangan tidak semua
orang dapat mengakses dan masuk ke ruangan tersebut, hanya orang-orang yang
berkepentingan saja. Contoh lainnya adalah bagian IT. Bagian IT memerlukan
konsentrasi yang tinggi dalam mengerjakan tugasnya, sehingga memerlukan ruangan
bentuk tertutup agar jauh dari gangguan aktivitas lain dan bisa konsentrasi
dalam bekerja. Berikut contoh dari salah satu tata ruang tertutup.
Kelebihan
dari tata ruang kantor tertutup ini, antara lain:
- Terjaminnya konsentrasi kerja
- Dapat menjamin dan melindungi pekerjaan yang
sifatnya privat atau rahasia
- Dapat terhindar dari gangguan pekerja lain
- Pimpinan atau direktur akan merasa lebih
tenang dan dapat bekerja dengan fokus karena tidak terganggu oleh aktivitas
karyawan lain.
- Terjaminnya keberhasilan kerja serta rasa
tanggung jawab dan rasa memiliki atas ruangan yang ditempati.
Kelemahan tata ruang kantor tertutup, antara lain:
-
Terhambatnya komunikasi antar karyawan,
karena adanya pemisah antar satu ruangan dengan ruangan lain sehingga
komunikasi tidak berjalan dengan lancar.
-
Biaya yang diperlukan untuk memelihara
ruangan tersebut lebih mahal.
-
Pimpinan akan sulit untuk mengawasi dan
memberikan arahan kepada bawahannya.
- Diperlukan lahan yang luas untuk membuat
satu ruangan saja sehingga kemungkinan terjadi pemborosan ruangan.
- Pencahayaan sulit masuk dan kurangnnya
sirkulasi udara sehingga menyebabkan ruangan tersebut pengap, gerah dan lembab.
2.
Tata ruang landscape
Tata
ruang bentuk landscape adalah tata ruang dimana setiap karyawan diberi
sekat/dinding pemisah tetapi hanya setengah badan atau sekitar 100cm-150cm.
Tata ruang tersebut hampir sama dengan tata ruang terbuka, hanya saja antar
karyawan masih bisa melakukan komunikasi. Tata ruang landscape ini dibuat untuk
menutupi kekurangan dari tata ruang tertutup dan terbuka, sehingga tata ruang
landscape merupakan gabungan dari kelebihan tata ruang tertutup dan terbuka.
Setiap karyawan disusun berdasarkan kelompok kerja maupun individu. Setiap
kelompok kerja digolongkan didalam satu ruangan.
Contoh penerapan tata ruang kantor landscape
yaitu ruangan customer service ataupun call centre. Berikut beberapa contoh
dari tata ruang landscape
Lingkungan
Dan Kondisi Fisik Sekeliling
Kantor
Dalam memelihara lingkungan dan kondisi fisik sekeliling
kantor, ada beberapa faktor yang saling berkaitan antar yang satu dengan yang
lainnya. Apabila salah satu faktor tidak bisa terpenuhi, maka tata ruang kantor
tersebut belum bisa dikatakan baik dan tepat.
Dalam menata tata ruang kantor yang
baik, ada beberapa yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain:
1.
Sekat dalam ruangan
Sekat
dalam ruangan sangat berpengaruh bagi keluwesan dan tata ruang kantor. Selain
itu dapat berpengaruh juga terhadap pencahayaan, suara bising, sirkulasi udaea
dan lain-lain.
2.
Pencahayaan
Salah satu faktor penting yaitu
penerangan atau cahaya. Pencahayaan sangat berpengaruh terhadap kelancaran juga
keselamatan dalam bekerja. Dalam mengerjakan sesuatu diperlukan pencahayaan
yang terang dan cukup namun tidak menyilaukan. Pencahayaan yang buruk dan
kurang akan menyebabkan kurang jelasnya penglihatan. Hal ini akan berdampak
pada efektivitas kinerja karyawan, lambatnya pekerjaan yang dikerjakan,
banyaknya kesalahan dalam mengerjakan pekerjaan, dan tentu akan menyebabkan
kurangnya efisien terhadap pekerjaan yang dilakukan itu. Apabila pekerjaan
tidak dapat dikerjakan secara efektif dan efisien, maka tujuan perusahaan tidak
dapat tercapai.
Pencahayaan terbagi menjadi dua
bagian, yaitu dari alam dan buatan. Pencahayaan dari alam yaitu sinar matahari.
Sedangkan pencahayaan buatan yaitu berasal dari lampu.
Setiap ruangan harus memiliki
pencahayaan yang cukup. Baik itu berasal dari alam maupun buatan. Pencahayaan
yang bagus dan baik dapat meningkatkan gairah dan semangat kerja karyawan.
Sebaliknya apabila pencahayaan kurang maka suasanan dalam ruangan itu akan
terlihat tidak hidup bahkan dapat menimbulkan rasa kantuk bagi karyawannya.
Tidak hanya pencahayaan buatan, sinar matahari juga sangat diperlukan untuk menerangkan pada waktu di siang hari, sehingga apabila ruangan tersebut cukup cahaya dari luar tidak perlu lagi menggunakan cahaya buatan (lampu). Hal ini justru akan membuat perusahaan berhemat uang untuk membayar beban listrik.Maka dari itu aturlah pencahayaan dengan sebaik mungkin.
Tidak hanya pencahayaan buatan, sinar matahari juga sangat diperlukan untuk menerangkan pada waktu di siang hari, sehingga apabila ruangan tersebut cukup cahaya dari luar tidak perlu lagi menggunakan cahaya buatan (lampu). Hal ini justru akan membuat perusahaan berhemat uang untuk membayar beban listrik.Maka dari itu aturlah pencahayaan dengan sebaik mungkin.
3.
Penataan Warna
Gedung dan dinding yang berwarna
warni tentunya akan memberikan kesan hidup pada ruangan itu sendiri. Namun
tidak semua warna dapat memberikan kesan yang baik. Dalam pemilihan dan
penataan warna kita perlu mempelajari
dan merencanakan dengan matang dan teliti.
Penataan warna sangat berkaitan
dengan penataan dekorasi. Penataan warna mempunyai pengaruh yang sangat besar
terhadap perasaan. Setiap warna memiliki sifat dan pengaruh yang berbeda-beda.
Ada yang dapat menimbulkan rasa senang, sedih, marah dan lain-lain, sehingga
sifat warna yang didalamnya itu mampu merangsang perasaan manusia.
Berikut daftar beberapa warna yang
bisa mempengaruhi perasaan manusia
4.
Sirkulasi Udara
Para karyawan akan sulit bekerja
dengan baik apabila mereka ditempatkan di tempat yang pengap dan panas. Suhu
ruangan paling baik yaitu sekitar 13-24° Celsius. Maka dari itu, ventilasi
udara harus cukup dan pertukaran udara lacar, sehingga para karyawan dapat
bekerja dengan nyaman dan segar.
5.
Dekorasi
Penataan Dekorasi berhubungan erat
dengan tata warna yang baik. Penataan dekorasi bukan hanya soal hiasan saja
tapi juga bagaimana menata barang dengan baik dan benar.
6.
Kebisingan
Pekerjaan yang membutuhkan
konsentrasi tinggi hendaknya ditempatkan di ruangan yang tenang dan jauh dari
suara bising, agar karyawan dapar bekerja dengan lancar, efektif dan efisien
sehingga kinerja karyawan akan meningkat.
7.
Musik
Musik merupakan satu bagian yang
penting dalam kehidupan. Musik yang mengalir dengan lembut dan sesuai dengan
dengan suasana dapat membangkitkan gairah bekerja. Tetapi ini hanya alternatif
saja, jika dirasa mengganggu maka sebaiknya tidak perlu mengumandangkan musik.
8.
Keamanan
Keamanan adalah faktor yang sangat
penting. Didalam menata tata ruang kantor perlu diperhatikan keamanan dalam
bekerja. Jadi faktor ini perlu diperhatikn secara teliti dan hati-hati.
Efektivitas
Kinerja Karyawan
Efektivitas juga
merupakan hal yang penting bagi perusahaan. Sebuah perusahaan dikatakan maju
atau tidaknya tergantung seberapa efektif karyawan di dalam perusahaan itu
bekerja. Efektif artinya Mengerjakan sesuatu yang benar, sedangkan efisien
yaitu mengerjakan sesuatu dengan benar.
Kinerja adalah hasil yang dicapai
oleh karyawan di dalam suatu perusahaan sesuai dengan target dan tujuan
perusahaan yang ingin dicapai.
Efektivitas kinerja karyawan
merupakan suatu tolak ukur bagi suatu perusahaan, apakah perusahaan itu sudah
berhsail mencapai target dan tujuannya atau belum.
Pengaruh
Tata Ruang Kantor Terhadap
Produktivitas dan Efektivitas Kinerja Karyawan
Lingkungan dan
Kondisi kerja yang baik dapat berpengaruh dan berdampak terhadap produktivitas
dan efektivitas kinerja karyawan. Mengapa demikian? Karena lingkungan kerja
adalah tempat dimana para karyawan menghabikan waktu mereka untuk mengerjakan
pekerjaannya.
Lingkungan
kerja terbagi menjadi dua bagian yaitu lingkungan fisik dan lingkungan non
fisik. Yang termasuk lingkungan fisik salah satunya yaitu tata ruang.
Tata
ruang yang baik akan menciptakan suasan kerja yang nyaman. Begitu pula
sebaliknya tata ruang yang buruk dan tidak layak akan membuat para karyawan
tidak nyaman untuk bekerja disana. Maka dari itu perlu penataan yang baik dan
terencana dalam menata tata ruang agar menciptakan suasana kerjayang produktif
di dalamnya.
Apabila
para karyawan bekerja dengan nyaman di ruangan tersebut, tentunya akan
mengahasilkan kinerja yang baik pula. Dan tentunya ini sangat berdampak pada
perusahaan tersebut karena bisa dikatakan perusahaan tersebut sudah mencapai
tujuan dan target yang telah ditentukan sebelumnya.
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan suatu perusahaan berada
pada tangan SDM (Sumber Daya Manusia) nya atau bisa dikatakan karyawan/pegawai
yang bekerja di perusahaan tersebut. Karyawan yang bekerja dengan
sungguh-sungguh tentunya akan berdampak pada perusahaan itu sendiri. Maka dari
itu para karyawan harus dibuat senyaman mungkin dalam bekerja. Suasana nyaman
itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya tata ruang.
Dalam
penataan tata ruang tentunya ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dari
mulai mengetahui satuan pekerjaan dan sifat pekerjaan, membuat gambar denah,
menyusun letak peralatan dan perlengkapan kantor, dan menyusun denah konsep
tata ruang.
Tata
ruang kantor terbagi menjadi tiga, yaitu tata ruang terbuka, tertutup dan
landscape. Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan kekurangan
tersendiri.
Di
dalam menata tata ruang juga harus dipertimbangkan faktor-faktor yang bisa
mempengaruhi lingkungan dan kondisi kantor, seperti sekat pemisah, suhu udara,
pencahayaan, keamanan, kebisinga n dan lain-lain.
Tata
ruang kantor yang baik dan tepat akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas
dan kinerja karyawan. Karyawan akan merasa nyaman jika berada di tempat yang
penataannya baik. Mereka akan bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh sehinggan
menghasilkan output yang baik dan nantinya akan berdampak juga pada perusahaan
tersebut.
Oleh
karena itu, setiap perusahaan seharusnya memikirkan matang-matang dan terencana
apabila hendak menata tata ruang kantor. Karena ini nantinya akan berpengaruh
besar pada produktivitas dan efektivitas kinerja karyawan.
Daftar
Pustaka
Anggraeni, Widi dan
Tjutju Yuniarsih. 2017. Dampak Tata Ruang Kantor Terhadap Efektivitas
Kerja Pegawai Dinas Pendidikan
Kota Bandung. Ejournal UPI Pendidikan Manajemen Kantor. (Vol: 1 No: 1 Tahun:
2017).
Gie, The Liang. 2000. Administrasi
Perkantoran Modern. Yogyakarta: Liberty.
Herlyna. (2014).
Studi Tentang Efektivitas kerja Pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kalimantan Timur. EJournal FISIP UNMUL . (Vol: 4.No: 2 Hlm: 1459 – 1472).
Hestungkorowati, Dwi Delita. 2014. Hubungan
Antara Tata Ruang Kantor Dengan Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Di Samarinda. EJournal Administrasi Negara. (Vol: 2 No: 1 Tahun:2014).
Idrawati, Ni Made Rena Prilian. 2014. Pengaruh
Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di PT Mitra Global Holiday
Jimbaran Bali Ejournal IPTA. (Vol:
2 No: 1 Tahun:2014).
Luh, Putu Bakti
Mesha, dkk. (2013). Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Terhadap Efektivitas
Kerja Karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis. (Vol: 6 No: 2 Hlm. 1-8).
Mariam, Iis.
dkk. (2014). Implementasi Tata Ruang Kantor Dalam Mewujudkan Produktivitas
Kerja Pegawai Pada PT
Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Epigram. (Vol:1
No: 1 hlm: 47-54).
Moekijat. 2002. Manajemen Perkantoran. Yogyakarta: BPFE
Moenir. 1983. Tata Laksana Management
Perkantoran dan Penerapannya. Jakarta:
Pradanya Paramita.
Moningka, Shinta
Bonita. (2014). Efektivitas Kerja Pegawai Negeri Sipil
Dalam Pelayanan Publik Di Kantor Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. EJournal UNSRAT. (Vol: 1 No: 4 Hlm: 4961-4972).
Nuraida, Ida. 2008. Manajemen Administrasi Perkantoran. Yogyakarta: Kanisius.
Nursiswanto, Eko
dan Sedarmayanti. 2014. Pengaruh
Tata Ruang Kantor Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Tenaga
Kerja Transmigrasi Sosial Kota
Cimahi. Jurnal Ilmu Administrasi. (Vol: XI No: 3 Tahun: 2014).
Sawiji, Hery. 2000. Manajemen Perkantoran. Surakarta: UNS Pers.
Sedarmayanti. 2001. Sumber Daya Manusia
dan Produktivitas Kerja. Bandung:
Mandar Maju.
Sedarmayanti, 2009. Pengetahuan tentang Manajemen Perkantoran. Mandar Maju
: Bandung.
Sedarmayanti.
2009. Tata Kerja dan Produktivitas
Kerja. Jakarta : CV Mandar
Maju.
Sukoco, Badri
Munir. 2007. Manajemen Administrasi
Perkantoran Modern. Jakarta: Erlangga.
Suratno, Agus
dan Mari Yuana. 2014. Pengaruh Penataan Layout Kantor terhadap Efektivitas
Kerja Karyawan Bagian Umum. Ejournal
JABPI. (Vol: 22 No: 1 Tahun: 2014).
Terry, George R. 2009. Guide to Management, Jakarta:Bumi Aksara
Yuli sudarso, suryadi purbo,
1992. wienarto manajemen perkantoran. Jurusan
Administrasi Niaga Politeknik UNDIP : Semarang









Tidak ada komentar:
Posting Komentar